Tanyaislamyuk – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik melaporkan mantan wakil presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla ke polisi usai ceramah kontroversialnya di UGM tentang syahid yang belakangan beredar di media sosial.
“Kenapa agama gampang menjadi alasan konflik kayak di Poso, Ambon? Karena kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid. Saat konflik berlangsung kedua pihak berkeyakinan begitu. Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid. Akhirnya susah berhenti.” ucap Jusuf Kalla pada ceramahnya yang viral di media sosial.
Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat menyayangkan dan mengecam keras pernyataan JK tersebut karena dianggap menyakiti hati hati umat Kristen serta menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Merujuk pada Injil Matius 5:44, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma menegaskan bahwa ajaran kasih bahkan melampaui batas relasi manusia. “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Ini menunjukkan bahwa kasih dalam iman Kristiani bersifat radikal, melampaui logika balas dendam,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kasih dalam tradisi Kristiani tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia sebagai citra Allah, tetapi juga kepada seluruh ciptaan. “Allah adalah kasih dan sumber kehidupan. Karena itu, mencintai berarti menghormati seluruh makhluk hidup sebagai bagian dari ciptaan-Nya,” katanya.
Gusma mengingatkan bahwa narasi keagamaan yang disampaikan di ruang publik perlu berpijak pada pemahaman yang utuh dan tidak simplistis, agar tidak menimbulkan distorsi makna yang berpotensi memicu ketegangan sosial.
“Ketika ajaran agama direduksi atau digeneralisasi secara keliru, yang muncul bukan hanya kesalahpahaman, tetapi juga potensi retaknya kepercayaan dan persatuan,” ujarnya.













