Miris! Dua Anak Kandung Serahkan Ibunya ke Panti dan Berpesan: Jika Ibunya Meninggal Tidak Perlu Dikabari

women collaborating over paper at home

Tanyaislamyuk – Kisah seorang lansia berusia 74 tahun bernama Nasikah sempat menghebohkan media sosial pada Oktober ini. Ia diantar oleh dua anak kandungnya ke Griya Lansia Husnul Khatimah. Yang membuat kisah tersebut menjadi sorotan adalah adanya persyaratan bahwa kedua anaknya tidak perlu diberi kabar apabila sang ibu meninggal dunia.

Peristiwa itu bermula ketika kedua putri Nasikah, yang disebut berinisial SR dan F, membawa sang ibu ke Griya Lansia. Pihak yayasan menjelaskan bahwa panti tersebut pada dasarnya diperuntukkan bagi lansia terlantar yang tidak memiliki keluarga yang dapat merawat.

Menurut Ketua Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah, Arief Camra, pihaknya sebenarnya telah dua kali mengingatkan kedua anak tersebut agar mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Bahkan, syarat yang diberikan dibuat sangat berat: anak tidak boleh menjenguk ibunya dan tidak perlu diberi kabar ketika ibunya meninggal dunia.

Namun, kedua anak tersebut tetap menandatangani persyaratan tersebut.

Video penyerahan Nasikah kemudian tersebar luas di media sosial. Narasi mengenai seorang ibu yang diserahkan kepada panti hingga anak-anaknya tidak ingin mengetahui kabar kematiannya sontak mengundang beragam reaksi publik.

Bukan karena tidak sayang?

Di balik kisah tersebut ternyata terdapat persoalan lain. Setelah kasus itu viral, kedua anak Nasikah memberikan klarifikasi kepada Ipda Purnomo yang datang menemui keluarga.

F menjelaskan bahwa dirinya dan sang kakak tidak bermaksud membuang ibu mereka. Menurut keterangannya, mereka justru mencari tempat yang dianggap lebih layak karena Nasikah mengalami stroke dan tidak dapat berjalan dengan normal.

Saat anak-anaknya bekerja, Nasikah disebut kerap keluar rumah dengan cara merangkak atau ngesot hingga ke jalan raya. Kondisi tersebut membuat kedua anaknya khawatir terhadap keselamatan sang ibu.

F juga mengatakan bahwa dirinya bekerja sebagai buruh pabrik, sedangkan kakaknya juga memiliki pekerjaan. Keduanya menghadapi keterbatasan tempat tinggal dan kesulitan untuk memberikan pengawasan kepada Nasikah sepanjang hari.

“Menitipkan supaya ibu saya punya tempat yang layak, ada yang jaga,” demikian penjelasan F sebagaimana dikutip dalam pemberitaan mengenai klarifikasi keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.