Tanyaislamyuk – Seorang pria berdiri seorang diri, menjadi penghalang di antara pihak kepolisian dan Shahi Masjid di Ujjain demi mempertahankan masjid dari ancaman pembongkaran untuk pelebaran jalan.
Meskipun pengadilan telah menolak petisi dan aksi protes terus bergulir, keberaniannya mencerminkan suara para jemaah yang menganggap masjid ini bukan sekadar bangunan, melainkan ruang doa dan warisan leluhur yang emosional.
Pembangunan memang penting, tetapi sejarah, kenangan, dan keyakinan yang melekat selama berabad-abad pada tempat ini tidak bisa begitu saja dihapuskan.











