Mohammed Bin Salman Secara Resmi Menghapus Peraturan Wajib Berhijab, Wanita Arab Beramai-ramai Memilih Gaya Rambut Pendek

chatgpt image 9 agu 2026, 23.22.21

TanyaislamyukBenarkah Mohammed bin Salman secara resmi menghapus kewajiban berhijab di Arab Saudi dan membuat perempuan Saudi ramai-ramai tampil dengan rambut pendek? Klaim tersebut memang menarik perhatian di media sosial. Namun, ada bagian yang perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami perubahan besar dalam aturan sosial, termasuk terkait pakaian perempuan. Akan tetapi, tidak ditemukan keputusan resmi terbaru yang secara spesifik menyatakan Mohammed bin Salman menghapus “peraturan wajib berhijab” lalu memerintahkan atau mendorong perempuan Saudi untuk memotong rambut pendek.

Perubahan aturan berpakaian memang terjadi

Perubahan besar sebenarnya sudah berlangsung sejak 2019. Pemerintah Arab Saudi memperkenalkan aturan mengenai public decency atau tata krama di ruang publik.

Dalam aturan tersebut, masyarakat maupun pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang dianggap sopan dan tidak melanggar norma kesusilaan. Aturan itu tidak secara khusus menyebut hijab sebagai pakaian yang wajib dikenakan oleh seluruh perempuan di ruang publik.

Bahkan, panduan resmi pariwisata Arab Saudi menyebut perempuan yang berkunjung ke negara tersebut tidak diwajibkan mengenakan pakaian tradisional Saudi. Pengunjung tetap dianjurkan berpakaian sopan dan menghormati budaya setempat.

Artinya, gambaran bahwa setiap perempuan secara hukum harus selalu mengenakan hijab di seluruh ruang publik Arab Saudi sudah tidak menggambarkan kondisi aturan yang berlaku saat ini.

Bukan berarti hijab dilarang

Perubahan tersebut juga tidak berarti pemerintah Arab Saudi melarang perempuan memakai hijab.

Perempuan tetap dapat mengenakan hijab, abaya, atau pakaian tradisional lainnya. Perubahan yang terjadi lebih tepat dipahami sebagai berkurangnya aturan yang sebelumnya sangat ketat mengenai pakaian perempuan.

Di sejumlah tempat keagamaan, aturan berpakaian tetap lebih ketat. Panduan resmi Saudi misalnya menyarankan perempuan membawa penutup kepala ketika mengunjungi masjid.

Jadi, ada perbedaan antara “tidak diwajibkan secara umum oleh hukum” dan “dilarang mengenakannya.”

Lalu bagaimana dengan perempuan yang tampil tanpa hijab?

Pemandangan perempuan Saudi yang tampil tanpa penutup kepala memang semakin terlihat dalam kehidupan publik, terutama di kota-kota besar dan ruang-ruang modern seperti pusat perbelanjaan, acara hiburan, restoran, hingga berbagai kegiatan profesional.

Hal tersebut merupakan bagian dari perubahan sosial yang berlangsung di bawah agenda reformasi Arab Saudi, khususnya Vision 2030 yang dipimpin oleh Mohammed bin Salman.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi juga memberikan perempuan lebih banyak ruang untuk bekerja, mengemudi, bepergian, dan berpartisipasi dalam berbagai sektor kehidupan publik. Perubahan tersebut menjadi salah satu ciri paling terlihat dari transformasi sosial Saudi.

Apakah wanita Arab beramai-ramai memilih rambut pendek?

Bagian ini perlu diberi tanda tanya besar.

Tidak ada bukti kuat bahwa pemerintah Saudi mengeluarkan kebijakan yang membuat perempuan harus atau dianjurkan memilih gaya rambut pendek.

Rambut pendek pada perempuan Saudi lebih tepat dipahami sebagai bagian dari tren mode dan perubahan gaya hidup, bukan sebagai konsekuensi langsung dari penghapusan kewajiban hijab.

Ketika aturan berpakaian menjadi lebih longgar, pilihan gaya personal otomatis menjadi lebih beragam. Sebagian perempuan memilih tetap menggunakan hijab, sebagian menggunakan abaya dengan model modern, sementara sebagian lainnya tampil tanpa penutup kepala.

Namun, pilihan gaya rambut merupakan keputusan personal dan tren fesyen, bukan sebuah kebijakan pemerintah.

Transformasi Saudi memang nyata

Terlepas dari klaim yang berlebihan di media sosial, perubahan sosial di Arab Saudi memang tidak bisa dipungkiri.

Negara yang dahulu dikenal sangat ketat dalam menerapkan norma sosial kini memiliki bioskop, konser, festival musik, kegiatan olahraga perempuan, ruang hiburan, serta semakin banyak perempuan yang aktif dalam dunia kerja.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari transformasi besar yang ingin mengubah citra dan struktur ekonomi Arab Saudi dari negara yang sangat bergantung pada minyak menjadi negara dengan sektor ekonomi dan pariwisata yang lebih beragam.

Namun, perubahan tersebut juga tidak berarti seluruh persoalan perempuan di Saudi Arabia telah selesai.

Kasus-kasus terkait kebebasan berpendapat dan hak perempuan masih menjadi sorotan organisasi hak asasi manusia. Reuters, misalnya, melaporkan kasus Manahel Al-Otaibi yang dijatuhi hukuman berat dalam perkara yang oleh pemerintah Saudi dikaitkan dengan tindak pidana terorisme, sementara kelompok HAM mengaitkannya dengan aktivitas advokasi hak perempuan dan pilihan pakaiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.