Tanyaislamyuk – Nama Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah beredar klaim bahwa Israel kini menjadi negara paling dibenci di dunia dengan angka mencapai 97,55 persen berdasarkan “jajak pendapat global”. Klaim itu viral di berbagai media sosial dan memicu gelombang komentar tajam dari publik internasional.
Narasi tersebut muncul di tengah meningkatnya kemarahan dunia terhadap operasi militer Israel di Gaza yang telah berlangsung sejak 2023. Banyak warganet menyebut citra Israel runtuh drastis akibat perang, korban sipil, hingga tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang terus menjadi perhatian dunia internasional.
Meski angka “97,55 persen” ramai dibagikan, hingga kini belum ditemukan sumber resmi global yang benar-benar memverifikasi angka spesifik tersebut secara ilmiah dan terukur. Beberapa unggahan media sosial memang menyebut angka itu sebagai hasil “global polls”, namun tidak menjelaskan metodologi, lembaga survei utama, ataupun sampel yang digunakan.
Namun demikian, survei internasional terbaru memang menunjukkan citra Israel mengalami penurunan tajam. Laporan Global Country Perceptions 2026 yang dipublikasikan Nira Data menyebut Israel berada di posisi terbawah dalam persepsi global dibanding negara-negara lain yang disurvei. Survei tersebut melibatkan puluhan ribu responden dari berbagai negara dan menunjukkan meningkatnya sentimen negatif terhadap Israel di panggung internasional.
Dalam laporan itu, persepsi dunia terhadap Israel disebut memburuk akibat perang di Gaza, krisis kemanusiaan, serta meningkatnya tekanan internasional terhadap pemerintahan Netanyahu. Bahkan sejumlah negara Barat yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu dekat mulai menghadapi tekanan publik domestik karena dianggap terlalu mendukung Israel.
Bukan hanya Israel, citra Amerika Serikat juga disebut ikut mengalami penurunan akibat dukungannya terhadap Tel Aviv. Survei yang sama menunjukkan banyak masyarakat dunia mulai memandang konflik Gaza sebagai simbol standar ganda politik global.
Sementara itu, berbagai survei lain menunjukkan tingkat ketidakpercayaan publik dunia terhadap Netanyahu juga meningkat tajam. Bahkan di dalam Israel sendiri, banyak warga yang mulai mengkritik kepemimpinannya sejak pecahnya perang besar dengan Hamas pada Oktober 2023.
Meski belum ada bukti valid mengenai angka persis 97,55 persen, fenomena meningkatnya kebencian global terhadap Israel memang nyata dan semakin terlihat di berbagai negara. Demonstrasi besar-besaran, boikot produk, hingga tekanan diplomatik menjadi sinyal bahwa opini dunia terhadap Israel sedang berada di titik paling rendah dalam beberapa dekade terakhir.













