Sepasang Lansia di Pekalongan Dicoret Dari Bansos Karena Terindikasi Judol Padahal Tidak Punya HP dan Tidak Bisa Baca Tulis

image (3)

Tanyaislamyuk – Pasangan lansia Dayat (77) dan Darmi (63), warga Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi salah satu penerima bansos yang bantuannya dihentikan setelah data mereka terdeteksi terindikasi aktivitas jvd1 0nline. Ironisnya, Dayat dan Darmi tak bisa baca tulis, bahkan tak memiliki ponsel pintar.

Pemerintah Desa Kayugritan kini masih memperjuangkan nasib mereka dengan membuatkan surat sanggahan dan klarifikasi bermaterai ke Kementerian Sosial, menyatakan bahwa keduanya tidak terlibat j*d0l. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pusat, bahkan Dinsos belum bisa memastikan kapan bansos untuk Dayat dan Darmi bisa kembali aktif.

Sebelumnya, Dayat dan Darmi tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu setiap tiga bulan. Bantuan tersebut dihentikan sejak awal 2026. Dayat dan Darmi juga masih tercatat dalam desil 1, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Bagi keduanya, bansos menjadi salah satu sumber bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Hadir sebagai sumber inspirasi dan edukasi seputar ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Menyajikan konten ringan hingga mendalam tentang ibadah, akhlak, sejarah, serta fenomena kehidupan umat Muslim masa kini. Dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami, website ini bertujuan menjadi ruang belajar, refleksi, dan penguatan iman bagi setiap pengunjung

Search the Archives

Akses terhadap liputan jurnalistik investigatif dan laporan-laporan terkini selama bertahun-tahun.