Tanyaislamyuk – Melansir Jurnal ISBI Bandung, Tradisi ngeropok bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan makanan atau pemberian. Sejumlah kajian mengenai tradisi Panjang Mulud di Serang menyebut kegiatan ini berkaitan dengan praktik sedekah, berbagi rezeki, serta ungkapan rasa syukur dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tradisi ngeropok juga dimaknai sebagai bentuk penerapan nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran mengenai sedekah, memberi makan, persaudaraan, dan mempererat silaturahmi diterjemahkan ke dalam praktik berbagi makanan kepada masyarakat.
Menariknya, tradisi tersebut juga mencerminkan nilai kesetaraan. Dalam pelaksanaan ngeropok, warga memiliki posisi yang sama sebagai penerima berkat tanpa membedakan status sosial, sehingga tradisi ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan solidaritas masyarakat.













