Tanyaislamyuk – Sebuah video yang menampilkan seorang pelajar bernama Bima yang memuat pantun menyindir kelompok LGBT.
Dalam video itu, Bima diajak mengikuti tantangan memilih hadiah uang Rp2.000 tanpa berbicara atau Rp50.000 dengan syarat menyampaikan kata-kata.
“Serendah-rendahnya mata kaki, lebih rendah yang jadi Boti. Kita menghargai perbedaan, tapi bukan penyimpangan,” ucap Bima disambut sorak dan tepuk tangan dari para siswa.
Tentu ini sebagai penanda bahwa sikap kritis timbul dikalangan gen alpha yang menganggap penyimpangan adalah hal yang meresahkan di masyarakat.













