Tanyaislamyuk – Sebuah video yang memperlihatkan penampilan seorang biduan wanita di sebuah acara sholawatan mendadak viral di media sosial. Bukan karena kualitas vokalnya semata, melainkan gaya panggungnya yang dinilai terlalu ekspresif dan tidak biasa untuk acara bernuansa religius tersebut.
Dalam video yang beredar, biduan tersebut tampil mengenakan pakaian ketat sambil menyanyikan lagu-lagu bernuansa religi. Namun, yang menjadi sorotan publik adalah cara ia membawakan lagu—dengan gerakan tubuh yang energik, bahkan hingga terlihat “jungkir balik” dan penuh ekspresi layaknya tampil di panggung hiburan umum.
Sejumlah warganet pun memberikan beragam tanggapan. Ada yang menganggap penampilan tersebut sebagai bentuk kreativitas dan hiburan agar acara lebih hidup dan menarik perhatian generasi muda. Namun, tidak sedikit pula yang menilai aksi tersebut kurang pantas, mengingat acara sholawatan identik dengan suasana khidmat dan penuh penghormatan.
“Sholawatan itu harusnya membawa ketenangan, bukan malah seperti konser dangdut,” tulis salah satu komentar yang ramai diperbincangkan.
Di sisi lain, beberapa pihak mencoba melihat fenomena ini secara lebih luas. Mereka menilai adanya pergeseran gaya dalam berdakwah dan menyampaikan pesan keagamaan, yang kini mulai dikemas lebih modern dan mengikuti selera pasar.
Meski demikian, perdebatan ini kembali membuka diskusi tentang batasan antara hiburan dan nilai-nilai kesopanan dalam konteks acara keagamaan. Banyak yang berharap agar ke depan, para pengisi acara dapat lebih menyesuaikan penampilan dengan situasi dan tujuan acara, sehingga pesan spiritual tetap tersampaikan tanpa mengundang kontroversi.
Fenomena ini pun menjadi pengingat bahwa di era digital, setiap penampilan dapat dengan mudah tersebar luas dan menjadi konsumsi publik, sehingga sensitivitas terhadap norma dan budaya tetap menjadi hal yang penting untuk dijaga.













