Tanyaislamyuk – Semangat toleransi datang dari seorang pelajar SMA di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Nadin, siswi kelas XI SMA Negeri 5 Purworejo, menunjukkan kepedulian mengembangkan wisata lokal dengan cara yang berbeda.
Tak hanya aktif mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial, pelajar beragama Kristen itu juga ikut membersihkan mushala di kawasan wisata Pantai Jati Kontal sebagai bentuk dukungannya terhadap konsep wisata ramah muslim dan inklusif. Aksi sederhana tersebut menarik perhatian banyak orang karena dinilai mencerminkan nilai toleransi yang kuat di tengah keberagaman masyarakat.
Aksi Nadin pun menuai banyak pujian dari masyarakat sekitar. Melalui program bertajuk NADIN BAHARI (Navigasi Digital & Inovasi Wisata Bahari), Nadin berupaya mengenalkan Pantai Jati Kontal sebagai destinasi wisata pesisir yang nyaman untuk semua kalangan, termasuk wisatawan muslim dan penyandang disabilitas.
Ia memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk memperkenalkan potensi wisata pantai tersebut kepada masyarakat luas. Dalam sejumlah unggahannya, Nadin terlihat aktif mengambil gambar kawasan pantai, memperbarui titik lokasi wisata di Google Maps, hingga membuat konten promosi mengenai fasilitas yang tersedia.
“Ini masih kita mulai, kita promosikan wisata ramah muslim yang inklusif,” kata Nadin, Senin (11/5/2026). Bagi Nadin, wisata yang baik bukan hanya menawarkan pemandangan indah, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung tanpa membedakan latar belakang agama maupun kondisi fisik.
Ia mendorong agar tempat wisata memperhatikan kebutuhan dasar wisatawan, mulai dari fasilitas ibadah yang bersih dan nyaman, lingkungan yang tertata, hingga akses yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas. “Wisata seharusnya ramah untuk semua agama, tidak melihat latar belakang agama,” ujarnya.
Meski berbeda keyakinan, Nadin mengaku tidak merasa canggung ikut membersihkan mushala di kawasan wisata. Menurutnya, menjaga kebersihan fasilitas umum merupakan tanggung jawab bersama.













