Tanyaislamyuk – Sorotan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, diamankan dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan program tersebut.
Penangkapan Dadan memicu pertanyaan publik mengenai tata kelola MBG di berbagai daerah. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah pengelolaan 41 dapur MBG di Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di bawah Yayasan Yasika Group.
Yayasan tersebut dipimpin oleh Yasika Aulia Ramadhani, yang diketahui merupakan putri kandung Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud. Hubungan keluarga antara pengelola proyek negara bernilai besar dengan elite politik daerah memunculkan kekhawatiran publik terkait potensi benturan kepentingan (conflict of interest).
Menanggapi situasi tersebut, Komunitas Cinta Indonesia (KCI) melalui Ketua Umumnya, Moh. Aldy Maulana, mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan audit investigatif secara menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG yang dikelola Yasika Group.
Desakan ini muncul sebagai bagian dari tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program yang menggunakan anggaran negara serta menyangkut kepentingan jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.













