Tanyaislamyuk – Korupsi menjadi lebih berbahaya ketika orang yang seharusnya memberantasnya justru ikut terlibat di dalamnya. Akibatnya, proses hukum terlihat berjalan, tetapi hasilnya sering kali tidak menyentuh akar masalah. Yang muncul hanyalah pergantian pemain, sementara pola yang sama terus bertahan.
Keadaan seperti ini menciptakan ironi. Seseorang menuduh lawannya korup, padahal dirinya sendiri memiliki persoalan yang serupa. Penyelidikan dilakukan dengan penuh sorotan, tetapi sering berakhir tanpa perubahan yang berarti. Masyarakat akhirnya melihat bahwa pertarungan yang terjadi lebih dekat pada perebutan kepentingan daripada pencarian keadilan.
Lama-kelamaan, kepercayaan terhadap lembaga publik mulai menurun. Orang menjadi ragu apakah sebuah kasus benar-benar diproses secara adil atau hanya digunakan untuk menekan pihak tertentu. Ketika keadilan terlihat pilih-pilih, rasa hormat terhadap hukum ikut terkikis.
Kerugian terbesar bukan hanya hilangnya uang negara. Yang lebih berbahaya adalah hilangnya keyakinan bahwa sistem masih mampu memperbaiki dirinya sendiri. Saat pelanggaran terus berputar di lingkaran yang sama, masyarakat tidak hanya kehilangan kepercayaan kepada para pemimpin, tetapi juga kepada harapan akan perubahan.
.
.
sc: logika.filsuf













