Tanyaislamyuk – Pengakuan santriwati asal Pekalongan di podcastnya Deni Sumargo sungguh membuat kita mlongo dan geram.
Dalam satu jam, dua santri ini menceritakan dari doktrinasi di ponpes P-A di Buaran Kab Pekalongan, hingga bagaimana Pak Kyai AKF melecehkan santri2nya sejak 2012- 2026.
Singkat cerita, korban menceritakan bahwa di ponpes itu mereka didoktrin Pak Kyai ini adalah seorang wali, jadi kalau diperintah harus manut dan jangan menggunakan akal, karena santri tidak tahu hakekat dari perintah itu, yg tahu hanya Pak Kyainya, intinya tidak boleh protes harus khusnudzon.
Pak Kyai bilang “kamu sudah saya nikahi secara hakekat” kepada calon korban agar mau dipegang-pegang hingga dicium.
Di Pesantren itu ada giliran jadwal mijit kyai. Bahkan saat Kyai sedang ngajar ngaji di depan banyak santri2nya, sang kyai tetap dipijit kakinya (pemijat ada di sebelah kyai. Di posisi ini kyai sering mengarahkan tangan santriwati yg mijit untuk megang kemaluannya. “kadang yang mijit tanganya oleh pak kyai diarahkan ke kemaluannya, ya pasti risih tapi gak bisa berbuat banyak,” terang korban di podcast tersebut.
Dua santri tersebut menduga korbannya ada ratusan. Herannya saat ini tetap masih banyak yang membela sang Kyai meski mereka termasuk jadi korban ulah bejat kyai itu. Semua berawal dari tradisi “Ndalem, Takdzim, Wali,” ratusan santriwati jadi mainannya AKF.













